Translate

Rabu, 17 Juli 2013

Foto ini Hanya ada di Indonesia,NGAKAK [FULL FOTO]


Setelah kemarin admin posting artikel tentang kumpulan foto lucu yang cuma ada di Indonesia, ternyata banyak yang suka dan sukses membuat banyak orang ketawa, kali ini admin akan memberikan lagi foto foto lucu yang cuma ada di indonesia lagi (PART 2). Sama dengan foto lucu sebelumnya, foto lucu kali ini juga membahas tentang cara penggunana kata dan bahasa Indonesia yang aneh dan janggal. Daripada berlama-lama, langsung saja yuk kita semua lihat foto fotonya berikut ini... Semoga kalian semua suka yaa :)


20 (lima belas) ??? ini yang bego siapa?

Jangan salah ya teman, tambal ban aja ada spesialisasinya lhoo... harus kuliah di jurusan pertambalan. 

Apa apaan nih ???

Buka tiap hari 24 jam kecuali hari kiamat, somplak!

Ucapan selamat dari diri sendiri? kasian nih orang

Ngamen gratis kecuali Roma Irama, maksudnya apa?

Sewa kolor Rp. 3000 (Gila... kolor aja ada penyewaanya)

Nah... nih baru helm SNI (Standar Nasional Indonesia), kalo laper tinggal dibelah aja tuh helm.

Pertamini? sejak kapan Pertamina buka cabang?

Buka setiap hari kecuali tutup (yaiyalaaahh...!!!)






sumber:http://sidetek.blogspot.com/2012/12/foto-foto-unik-yang-cuman-ada-di.html

Phonetic Alphabet Tables (Alpha Bravo Charlie Delta)

Berguna untuk mengeja kata-kata dan nama melalui telepon. Kamu bisa cetak halaman ini, terus tempel di sisi monitor komputer atau dekat telepon ;)
Sebagai alternatif, saya sajikan juga versi Western Union, siapa tau versi NATO kedengarannya terlalu militeristik, hehe.. Yang kiri (Alpha) adalah versi NATO, sedangkan yang kanan (Adams) versi Western Union.
LetterNATO phonetic letter
AAlpha
BBravo
CCharlie
DDelta
EEcho
FFoxtrot
GGolf
HHotel
IIndia
JJuliet
KKilo
LLima
MMike
NNovember
OOscar
PPapa
QQuebec
RRomeo
SSierra
TTango
UUniform
VVictor
WWhiskey
XX-ray
YYankee
ZZulu
LetterWestern Union phonetic letter
AAdams
BBoston
CChicago
DDenver
EEasy
FFrank
GGeorge
HHenry
IIda
JJohn
KKing
LLincoln
MMary
NNew York
OOcean
PPeter
QQueen
RRoger
SSugar
TThomas
UUnion
VVictor
WWilliam
XX-ray
YYoung
ZZero



Agan mau pilih yang mana? CEWEK JEPANG ATAU CEWEK KOREA

Cewek jepang atau cewek korea? hmm… pertanyaan menarik bukan. kalau buat cowok mana lebih cantik ya pilih itu aja.. iya kan.. tapi tunggu dulu.. mereka kan sama-sama memiliki paras yang cantik tergantung cara kalian para cowok menilainya.. dan bukan soal tampang aja lho.. masing-masing dari mereka ternyata memilikikepribadian yang bertolak belakang.. bagaimana sih perbedaan mereka? nah kali ini gudangartikel.netakan membeberkannya kepada kalian semua.. Check it out!


Pertama kita bahas dulu cewek-cewek Jepang, seperti dibawah ini 

Maki Horikita 

 

Kyoko Fukada

 

Mao Inoue

 

Seperti apasih kepribadian rata-rata cewek jepang?

Wanita jepang umumnya mempunyai ciri-ciri karakter sopan, bertata krama yang baik, aktratif atau supel & memperhatikan opini orang lain. bagi mereka mengucapkan “tidak” sangat lah tabu atau tidak sopan dan sudah menjadi budaya, jadi mereka menolak sesuatu dengan “eemmmm….., uhhh… dng jeda yg lama, itu merupakan tanda penolakan dng sopan dan kamu sudah harus mengerti maksud mereka. mereka juga sangat ramah dng siapa pun, mereka tidak segan menyapa kamu jika berpapasan di jalan walau mereka tidak mengenal kamu sebelumnya (pria & wanita).

Untuk kecantikan biasanya wanita jepang disebut cantik jika memiliki kulit putih bersih serta sehat, tidak ada noda di wajah, dan berambut lurus, tak ayal wanita jepang gemar mengkonsumsi kolagen untuk mempertahankan kecantikan kulit mereka. intinya cewek jepang lebih cenderung mempertahankan kencantikan mereka dengan hal2 yang alami.

Untuk pacar-pacaran atau romansa mereka tidak terlalu neko2 sprti korea, untuk hubungan sprti ini mrka cndrung tidak menuntut tinggi, tetapi untuk menjadi istri, mereka hanya mau yg kpda calon suami yg sudah mapan, dan rata2 atau mayoritasnya mereka berhenti kerja dan mengfokuskan pkerjaannya sbgai Ibu Rumah Tangga.

Nah itu untuk cewek jepang, sekarang kita bahas cewek korea

Taeyeon


Song Hye Kyo

 

Koo Hye Sun 

 

Dan berikut kepribadian cewek korea 

Cewek korea pada umumnya cerdas, girly, funny, independent tapi sayang dri hasil pencarian saya dari yahoo answer dan forum2 lainya mengatakan bahwa mereka galak, kasar, memilih-milih teman, mereka tidak mau sembarangan mengenal orang kecuali orang-orang korea sendiri.

dan yang paling menjengkelkan, cewek korea ternyata terkenal racist terhadap orang diluar orang-orang korea. ini cukup bertolak belakang dengan orang jepang. seperti yang saya baca mayoritasnya wanita korea sangat matrealistis, menyukai yang berbau glamour dan terlalu berlebihan dalam memaintenance kecantikannya, umumnya cewe korea selalu dandan menggunakan make up ketika keluar rumah maupun bersekolah (pesolek).

sampai ada audience yg bilang bahwa dlu semasa kuliah di korea dia tidak pernah ngobrol atau pun mengajak pergi gadis korea yg kurang ramah trhdap orang diluar korea. Biasanya wanita korea ketika makan mereka makan dengan mulut terbuka dan mengeluarkan suara, ini tentu saja sangat tidak sopan dan kasar dimata orang jepang. dan taukahkamu 29% masyarakat korea selatan membenci jepang (anti-japanesee sentiment) entah karena alasan apa.

Oke. itu dia perbedaan cewek korea dan jepang.. hmm.. menarik juga ya? so, kamu pilih yang mana? kalau ada yang protes.. nih masalah pribadi admin gudangartikel.net kok dibawa-bawa ke artikel sih…, plis deh.. saya sama sekali gak bermaksud gitu.. setidaknya begitulah kenyataan yang saya dapat dari sumber.. kalau gak percaya coba ke korea.. hahahahaha….

sumber:  http://keboed4n.blogspot.com/2012/11/pilih-mana-cewek-jepang-atau-cewek.html

Agama Asli Nusantara Sebelum Agama Resmi Masuk Ke Nusantara

Agama asli Nusantara adalah agama lokal, agama tradisional yang telah ada sebelum agama Hindu, Budha, Kristen Protestan, Kristen Katholik, Islam dan Konghucu masuk ke Nusantara (Indonesia).
Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama “resmi” (agama yang diakui); Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha, kemudian kini Konghucu, masuk ke Nusantara atau Indonesia, di setiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli, seperti Sunda Wiwitan yang dipeluk oleh masyarakat Sunda di Kanekes, Lebak, Banten; Sunda Wiwitan aliran Madrais, juga dikenal sebagai agama Cigugur (dan ada beberapa penamaan lain) di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat; agama Buhun di Jawa Barat; Kejawen di Jawa Tengah dan Jawa Timur; agama Parmalim, agama asli Batak; agama Kaharingan di Kalimantan; kepercayaan Tonaas Walian di Minahasa, Sulawesi Utara; Tolottang di Sulawesi Selatan; Wetu Telu di Lombok; Naurus di Pulau Seram di Propinsi Maluku, dll.
Didalam Negara Republik Indonesia, agama-agama asli Nusantara tersebut di degradasi sebagai ajaran animisme, penyembah berhala / batu atau hanya sebagai aliran kepercayaan.
Hingga kini, tak satu pun agama-agama dan kepercayaan asli Nusantara yang diakui diIndonesia sebagai agama dengan hak-hak untuk dicantumkan di KTP, Akta Kelahiran, pencatatan perkawinan di Kantor Catatan Sipil ,dsb. Seiring dengan berjalannya waktu dan zaman, Agama Asli Nusantara semakin punah dan menghilang, kalaupun ada yang menganutnya, biasanya berada didaerah pedalaman seperti contohnya pedalaman Sumatra dan pedalaman Irian Jaya.
Di Indonesia, aliran kepercayaan yang paling banyak penganutnya adalah Agama Buhun. Data yang terekam oleh peneliti Abdul Rozak, penulis Teologi Kebatinan Sunda, menunjukkan jumlah pemeluk agama ini 100 ribu orang. Jika angka ini benar, Agama Buhun jelas salah satu aliran kepercayaan terbesar di Indonesia, yaitu 25 persen dari seluruh penghayat aliran kepercayaan. Data Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2003 mengungkapkan, dari 245 aliran kepercayaan yang terdaftar, sementara keseluruhan penghayat mencapai 400 ribu jiwa lebih.

Daftar Agama Asli Nusantara (kepercayaan)

· Sunda Wiwitan (Kanekes, Banten)

· Agama Jawa Sunda (Kuningan, Jawa Barat)
· Buhun (Jawa Barat)
· Kejawen (Jawa Tengah dan Jawa Timur)
· Parmalim (Sumatera Utara)
· Kaharingan (Kalimantan)
· Tonaas Walian (Minahasa, Sulawesi Utara)
· Tolottang (Sulawesi Selatan)
· Wetu telu (Lombok)
· Naurus (pulau Seram, Maluku)
· Aliran Mulajadi Nabolon
· Marapu (Sumba)
· Purwaduksina
· Budi Luhur
· Pahkampetan
· Bolim
· Basora
· Samawi
· Sirnagalih
1. Sunda Wiwitan
Sunda Wiwitan (Bahasa Sunda : “Sunda permulaan”, “Sunda sejati”, atau “Sunda asli”) adalah agama atau kepercayaan asli masyarakat Sunda yang dianut oleh masyarakat tradisional Sunda. Penganut ajaran ini dapat ditemukan di beberapa desa di provinsiBanten dan Jawa Barat, seperti di Kanekes, Lebak, banten; Ciptagelar Kasepuhan Banten Kidul, Cisolok, Sukabumi; Kampung Naga; dan Cigugur, Kuningan. Menurut penganutnya, Sunda Wiwitan merupakan kepercayaan yang dianut sejak lama oleh orang Sunda sebelum datangnya ajaran Hindu.
Berdasarkan keterangan kokolot (tetua) kampung Cikeusik, orang Kanekes bukanlah penganut Hindu atau Buddha, melainkan penganut ajaran leluhur, yaitu kepercayaan asli nenek moyang. Hanya dalam perkembangannya kepercayaan orang Kanekes ini telah dimasuki oleh unsur-unsur ajaran Hindu, dan hingga batas tertentu, ajaran Islam Dalam Carita Parahyangan kepercayaan ini disebut sebagai ajaran “Jatisunda“.

Mitologi dan sistem kepercayaan

Kekuasaan tertinggi berada pada Sang Hyang Kersa (Yang Mahakuasa) atau Nu Ngersakeun(Yang Menghendaki). Dia juga disebut sebagai Batara Tunggal (Tuhan yang Mahaesa),Batara Jagat (Penguasa Alam), dan Batara Seda Niskala (Yang Gaib). Dia bersemayam di Buana Nyungcung. Semua dewa dalam konsep Hindu (Brahma, Wishnu, Shiwa, Indra, Yama, dan lain-lain) tunduk kepada Batara Seda Niskala.
Ada tiga macam alam dalam kepercayaan Sunda Wiwitan seperti disebutkan dalam pantun mengenai mitologi orang Kanekes:
1. Buana Nyungcung: tempat bersemayam Sang Hyang Kersa, yang letaknya paling atas
2. Buana Panca Tengah: tempat berdiam manusia dan makhluk lainnya, letaknya di tengah
3. Buana Larang: neraka, letaknya paling bawah
Antara Buana Nyungcung dan Buana Panca Tengah terdapat 18 lapis alam yang tersusun dari atas ke bawah. Lapisan teratas bernama Bumi Suci Alam Padang atau menurut kropak 630 bernama Alam Kahyangan atau Mandala Hyang. Lapisan alam kedua tertinggi itu merupakan alam tempat tinggal Nyi Pohaci Sanghyang Asri dan Sunan Ambu.
Sang Hyang Kersa menurunkan tujuh batara di Sasaka Pusaka Buana. Salah satu dari tujuh batara itu adalah Batara Cikal, paling tua yang dianggap sebagai leluhur orang Kanekes. Keturunan lainnya merupakan batara-batara yang memerintah di berbagai wilayah lainnya di tanah Sunda. Pengertian nurunkeun (menurunkan) batara ini bukan melahirkan tetapi mengadakan atau menciptakan.

Filosofi

Paham atau ajaran dari suatu agama senantiasa mengandung unsur-unsur yang tersurat dan yang tersirat. Unsur yang tersurat adalah apa yang secara jelas dinyatakan sebagai pola hidup yang harus dijalani, sedangkan yang tersirat adalah pemahaman yang komprehensif atas ajaran tersebut. Ajaran Sunda Wiwitan pada dasarnya berangkat dari dua prinsip, yaitu Cara Ciri Manusia dan Cara Ciri Bangsa.
Cara Ciri Manusia adalah unsur-unsur dasar yang ada di dalam kehidupan manusia. Ada lima unsur yang termasuk di dalamnya:
· Welas asih: cinta kasih
· Undak usuk: tatanan dalam kekeluargaan
· Tata krama: tatanan perilaku
· Budi bahasa dan budaya
· Wiwaha yudha naradha: sifat dasar manusia yang selalu memerangi segala sesuatu sebelum melakukannya
Kalau satu saja cara ciri manusia yang lain tidak sesuai dengan hal tersebut maka manusia pasti tidak akan melakukannya.
Prinsip yang kedua adalah Cara Ciri Bangsa. Secara universal, semua manusia memang mempunyai kesamaan di dalam hal Cara Ciri Manusia. Namun, ada hal-hal tertentu yang membedakan antara manusia satu dengan yang lainnya. Dalam ajaran Sunda Wiwitan, perbedaan-perbedaan antar manusia tersebut didasarkan pada Cara Ciri Bangsa yang terdiri dari:
· Rupa
· Adat
· Bahasa
· Aksara
· Budaya
Kedua prinsip ini tidak secara pasti tersurat di dalam Kitab Sunda Wiwitan, yang bernama Siksa Kanda-ng karesian. Namun secara mendasar, manusia sebenarnya justru menjalani hidupnya dari apa yang tersirat. Apa yang tersurat akan selalu dapat dibaca dan dihafalkan. Hal tersebut tidak memberi jaminan bahwa manusia akan menjalani hidupnya dari apa yang tersurat itu. Justru, apa yang tersiratlah yang bisa menjadi penuntun manusia di dalam kehidupan.
Awalnya, Sunda Wiwitan tidak mengajarkan banyak tabu kepada para pemeluknya. Tabu utama yang diajarkan di dalam agama Sunda ini hanya ada dua.
· Yang tidak disenangi orang lain dan yang membahayakan orang lain
· Yang bisa membahayakan diri sendiri
Akan tetapi karena perkembangannya, untuk menghormati tempat suci dan keramat (Kabuyutan, yang disebut Sasaka Pusaka Buana dan Sasaka Domas) serta menaati serangkaian aturan mengenai tradisi bercocok tanam dan panen, maka ajaran Sunda Wiwitan mengenal banyak larangan dan tabu. Tabu (dalam bahasa orang Kanekes disebut “Buyut”) paling banyak diamalkan oleh mereka yang tinggal di kawasan inti atau paling suci, mereka dikenal sebagai orang Baduy Dalam.

Tradisi

Dalam ajaran Sunda Wiwitan terdapat tradisi nyanyian pantun dan kidung serta gerak tarian. Tradisi ini dapat dilihat dari upacara syukuran panen padi dan perayaan pergantian tahun yang berdasarkan pada penanggalan Sunda yang dikenal dengan nama Perayaan Seren Taun. Di berbagai tempat di Jawa Barat, Seren Taun selalu berlangsung meriah dan dihadiri oleh ribuan orang. Perayaan Seren Taun dapat ditemukan di beberapa desa seperti di Kanekes, Lebak, Banten; Ciptagelar Kasepuhan Banten Kidul, Cisolok, Sukabumi; Kampung Naga; dan Cigugur, Kuningan. Di Cigugur, Kuningan sendiri, satu daerah yang masih memegang teguh budaya Sunda, mereka yang ikut merayakan Seren Taun ini datang dari berbagai penjuru negeri.
Meskipun sudah terjadi inkulturasi dan banyak orang Sunda yang memeluk agama-agama di luar Sunda Wiwitan, paham dan adat yang telah diajarkan oleh agama ini masih tetap dijadikan penuntun di dalam kehidupan orang-orang Sunda. Secara budaya, orang Sunda belum meninggalkan agama Sunda ini.

2. Agama Djawa Sunda

Agama Djawa Sunda (sering disingkat menjadi ADS) adalah nama yang diberikan oleh pihak antropolog Belanda terhadap kepercayaan sejumlah masyarakat yang tersebar di daerah Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Agama ini juga dikenal sebagai Cara Karuhun Urang (tradisi nenek moyang), agama Sunda Wiwitan, ajaran Madrais atau agama Cigugur. Abdul Rozak, seorang peneliti kepercayaan Sunda, menyebutkan bahwa agama ini adalah bagian dari agama Buhun, yaitu kepercayaan tradisional masyarakat Sunda yang tidak hanya terbatas pada masyarakat Cigugur di Kabupaten Kuningan, tetapi juga masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak, para pemeluk “Agama Kuring” di daerah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dll.
Jumlah pemeluknya di daerah Cigugur sekitar 3.000 orang. Bila para pemeluk di daerah-daerah lain ikut dihitung, maka jumlah pemeluk agama Buhun ini, menurut Abdul Rozak, mencapai 100.000 orang, sehingga agama Buhun termasuk salah satu kelompok yang terbesar di kalangan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Agama Djawa Sunda atau agama Sunda Wiwitan ini dikembangkan oleh Pangeran Madrais dari Cigugur, Kuningan. Oleh pemerintah Belanda, Madrais belakangan ditangkap dan dibuang ke Ternate, dan baru kembali sekitar tahun 1920 untuk melanjutkan ajarannya.
Madrais — yang biasa juga dipanggil Kiai Madrais — adalah keturunan dari Kesultanan Gebang, sebuah kesultanan di wilayah Cirebon Timur. Ketika pemerintah Hindia Belanda menyerang kesultanan ini, Madrais diungsikan ke daerah Cigugur. Sang pangeran yang juga dikenal sebagai Pangeran Sadewa Alibasa, dibesarkan dalam tradisi Islam dan tumbuh sebagai seorang spiritualis. Ia mendirikan pesantren sebagai pusat pengajaran agama Islam, namun kemudian mengembangkan pemahaman yang digalinya dari tradisi pra-Islam masyarakat Sunda yang agraris. Ia mengajarkan pentingnya menghargai cara dan ciri kebangsaan sendiri, yaitu Jawa-Sunda.

Ajaran dan ritual dalam ADS

Madrais menetapkan tanggal 22 Rayagung menurut kalender Sunda sebagai hari raya Seren Taun yang diperingati secara besar-besaran. Upacara ini dipusatkan di Paseban Tri Panca Tunggal, rumah peninggalan Kiai Madrais yang didirikan pada 1860, dan yang kini dihuni olehPangeran Djatikusuma.
Dalam upacara ini, berbagai rombongan dari masyarakat datang membawa bermacam-macam hasil bumi. Padi-padian yang dibawa, kemudian ditumbuk beramai-ramai dalam lesung sambil bernyanyi (ngagondang). Upacara ini dirayakan sebagai ungkapan syukur untuk hasil bumi yang telah dikaruniakan oleh Tuhan kepada manusia. Upacara “Seren Taun” yang biasanya berlangsung hingga tiga hari dan diwarnai oleh berbagai kesenian daerah ini, pernah dilarang oleh pemerintah Orde Baru selama 17 tahun, namun kini upacara ini dihidupkan kembali. Salah satu upacara “Seren Taun” pernah dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Andung A Nitimiharja, mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid, dan istri, serta sejumlah pejabat pemerintah lainnya.
Madrais juga mengajarkan penghormatan terhadap Dewi Sri (Sanghyang Sri) melalui upacara-upacara keagamaan penanaman padi.
Selain itu karena non muslim Agama Djawa Sunda atau ajaran Madrais ini tidak mewajibkan khitanan. Jenazah orang yang meninggal harus dikuburkan dalam sebuah peti mati.

Masa depan ADS

Di masa pemerintahan Orde Baru, para pemeluk agama ini mengalami kesulitan karena pemerintah hanya mengakui keberadaan lima agama, hingga akhirnya banyak pengikutnya yang kemudian memilih untuk memeluk Islam atau Katolik.
Kiai Madrais wafat pada tahun 1939, dan kepemimpinannya dilanjutkan oleh anaknya, Pangeran Tedjabuana, dan kemudian oleh cucunya, Pangeran Djatikusuma yang 11 juli 1981 mendirikan Paguyuban Adat Cara Karuhun Urang (PACKU).
Pangeran Djatikusuma telah mempersiapkan anak laki-laki satu-satunya, yaitu Gumirat Barna Alam, untuk meneruskan ajaran ini. Menurut ajaran Kiai Madrais, anak lelaki harus bersikap netral, dan dapat mengerti semua agama. Sementara anak-anak Pangeran Djatikusuma lainnya, bebas memilih agama ataupun kepercayaan lain.

3. Kejawen

Kata “Kejawen” berasal dari kata Jawa, sebagai kata benda yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu segala yg berhubungan dengan adat dan kepercayaan Jawa (Kejawaan). Penamaan “kejawen” bersifat umum, biasanya karena bahasa pengantar ibadahnya menggunakan bahasa Jawa. Dalam konteks umum, kejawen merupakan bagian dari agama asli Nusantara. Seorang ahli anthropologi Amerika Serikat, Clifford Geertz pernah menulis tentang agama ini dalam bukunya yang ternama The Religion of Java atau dalam bahasa lain, Kejawen disebut “Agami Jawi”.
Kejawen dalam opini umum berisikan tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofiiorang-orang Jawa. Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atau spiritualistis suku Jawa.
Penganut ajaran kejawen biasanya tidak menganggap ajarannya sebagai agama dalam pengertian seperti agama monoteistik, seperti Islam atau Kristen, tetapi lebih melihatnya sebagai seperangkat cara pandang dan nilai-nilai yang dibarengi dengan sejumlah laku. Ajaran kejawen biasanya tidak terpaku pada aturan yang ketat, dan menekankan pada konsep “keseimbangan”. Dalam pandangan demikian, kejawen memiliki kemiripan dengan Konfusianisme atau Taoisme, namun tidak sama pada ajaran-ajarannya. Hampir tidak ada kegiatan perluasan ajaran (misi) namun pembinaan dilakukan secara rutin.
Simbol-simbol “laku” biasanya melibatkan benda-benda yang diambil dari tradisi yang dianggap asli Jawa, seperti keris, wayang, ritual, penggunaan bunga-bunga tertentu yang memiliki arti simbolik, dan sebagainya. Akibatnya banyak orang yang tidak memahami yang dengan mudah mengasosiasikan kejawen dengan praktek klenik dan perdukunan.
Ajaran-ajaran kejawen bervariasi, dan sejumlah aliran dapat mengadopsi ajaran agama pendatang, baik Hindu, Buddha, Islam, maupun Kristen. Gejala sinkretisme ini sendiri dipandang bukan sesuatu yang aneh karena dianggap memperkaya cara pandang terhadap tantangan perubahan zaman.

Beberapa aliran kejawen

Terdapat ratusan aliran kejawen dengan penekanan ajaran yang berbeda-beda. Beberapa jelas-jelas sinkretik, yang lainnya bersifat reaktif terhadap ajaran agama tertentu. Namun biasanya ajaran yang banyak anggotanya lebih menekankan pada cara mencapai keseimbangan hidup dan tidak melarang anggotanya mempraktekkan ajaran agama (lain) tertentu.
Beberapa aliran dengan anggota besar
· Padepokan Cakrakembang
· Sumarah
· Budi Dharma
· Maneges
Aliran yang bersifat reaktif misalnya aliran yang mengikuti ajaran Sabdopalon, atau penghayat ajaran Syekh Siti Jenar.

4. Parmalim

Parmalim, adalah nama sebuah kepercayaan atau mungkin boleh dibilang agama yang terutama dianut di Propinsi Sumatra Utara. Agama Parmalim adalah agama asli suku Batak.
Pimpinan Parmalim saat ini adalah Raja marnangkok Naipospos.
Agama ini bisa dikatakan merupakan sebuah kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang tumbuh dan berkembang di Tanah Air Indonesia sejak dahulu kala. “Tuhan Debata Mulajadi Nabolon” adalah pencipta Manusia, Langit, Bumi dan segala isi alam semesta yang disembah oleh “Umat Ugamo Malim” (“Parmalim”).

5. Kaharingan

Kaharingan/Hindu Kaharingan adalah kepercayaan/agama lokal suku Dayak di Kalimantan Istilah kaharingan artinya tumbuh atau hidup, seperti dalam istilah danum kaharingan (air kehidupan), maksudnya agama suku atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Ranying), yang hidup dan tumbuh secara turun temurun dan dihayati oleh masyarakat Dayak di Kalimantan. Karena Pemerintah Indonesia mewajibkan penduduk dan warganegara untuk menganut salah satu agama yang diakui Pemerintah, kepercayaan Kaharingan dan religi suku yang lainnya seperti Tolottang (Hindu Tolottang) pada suku Bugis, dimasukkan dalam kategori agama Hindu sejak 20 April 1980, mengingat adanya persamaan dalam penggunaan sarana kehidupan dalam melaksanakan ritual untuk korban (sesaji) yang dalam agama Hindu disebut Yadnya. Jadi mempunyai tujuan yang sama untuk mencapai Tuhan Yang Maha Esa, hanya berbeda kemasannya. Tuhan Yang Maha Esa dalam istilah agama Kaharingan disebut Ranying.
Kaharingan ini pertama kali diperkenalkan oleh Tjilik Riwut tahun 1944, saat Ia menjabat Residen Sampit yang berkedudukan di Banjarmasin. Tahun 1945, pendudukan Jepang mengajukan Kaharingan sebagai penyebutan agama Dayak. Sementara pada masa Orde Baru, para penganutnya berintegrasi dengan Hindu, menjadi Hindu Kaharingan. Pemilihan integrasi ke Hindu ini bukan karena kesamaan ritualnya. Tapi dikarenakan Hindu adalah agama tertua di Kalimantan.
Lambat laun, Kaharingan mempunyai tempat ibadah yang dinamakan Balai Basarah atau BALAI KAHARINGAN. Kitab suci agama mereka adalah Panaturan dan buku-buku agama lain, seperti Talatah Basarah (Kumpulan Doa), Tawar (petunjuk tatacara meminta pertolongan Tuhan dengan upacara menabur beras), dan sebagainya.
Dewasa ini, suku Dayak sudah diperbolehkan mencantumkan agama Kaharingan dalam Kartu Tanda Penduduk. Dengan demikian, suku Dayak yang melakukan upacara perkawinan menurut adat Kaharingan, diakui pula pencatatan perkawinan tersebut oleh negara. Hingga tahun 2007, Badan Pusat Statistik Kalteng mencatat ada 223.349 orang penganut Kaharingan di Indonesia.
Tetapi di Malaysia Timur ( Sarawak dan Sabah ), nampaknya kepercayaan Dayak ini tidak diakui sebagai bagian umat beragama Hindu, jadi dianggap sebagai masyarakat yang belum menganut suatu agama apapun. Organisasi alim ulama Hindu Kaharingan adalah majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MBAHK) pusatnya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah

6. Wetu Telu

Wetu Telu (Waktu Tiga) adalah praktik unik sebagian masyarakat suku Sasak yang mendiami pulau Lombok dalam menjalankan agama Islam. Ditengarai bahwa praktik unik ini terjadi karena para penyebar Islam di masa lampau, yang berusaha mengenalkan Islam ke masyarakat Sasak pada waktu itu secara bertahap, meninggalkan pulau Lombok sebelum mengajarkan ajaran Islam dengan lengkap. Saat ini para penganut Wetu Telu sudah sangat berkurang, dan hanya terbatas pada generasi-generasi tua di daerah tertentu, sebagai akibat gencarnya para pendakwah Islam dalam usahanya meluruskan praktik tersebut.

Sejarah

Konon, sebelum masuknya Islam, masyarakat yang mendiami pulau Lombok berturut-turut menganut kepercayaan animisme, dinemisme kemudian Hindu. Islam pertama kali masuk melalui para wali dari pulau Jawa yakni sunan Prapen pada sekitar abad XVI, setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit. Bahasa pengantar yang digunakan para penyebar tersebut adalah Bahasa Jawa Kuno. Dalam menyampaikan ajaran Islam, para wali tersebut tidak serta merta menghilangkan kebiasaan lama masyarakat yang masih menganut kepercayaan lamanya. Bahkan terjadi akulturasi antara Islam dengan budaya masyarakat setempat, karena para penyebar tersebut memanfaatkan adat-istiadat setempat untuk mempermudah penyampaian Islam. Kitab-kitab ajaran agama pada masa itu ditulis ulang dalam bahasa Jawa Kuno. Bahkan syahadat bagi para penganut Wetu Telu dilengkapi dengan kalimat dalam bahasa Jawa Kuno. Pada masa itu, yang diwajibkan untuk melakukan peribadatan adalah para pemangku adat atau kiai saja.
Dalam masyarakat lombok yang awam menyebut kepercayaan ini dengan sebutan “Waktu Telu” sebagai akulturasi dari ajaran islam dan sisa kepercayaan lama yakni animisme, dinamisme dan kerpercayaan Hindu. Selain itu karena penganut kepercayaan ini tidak menjalankan peribadatan seperti agama Islam pada umumnya (dikenal dengan sebutan “Waktu Lima” karena menjalankan kewajiban salat Lima Waktu).Yang wajib menjalankan ibadah-ibadah tersebut hanyalah orang-orang tertentu seperti kiai atau pemangku adat (Sebutan untuk pewaris adat istiadat nenek moyang). Kegiatan apapun yang berhubungan dengan daur hidup (kematian,kelahiran,penyembelihan hewan,selamatan dsb) harus diketahui oleh kiai atau pemangku adat dan mereka harus mendapat bagian dari upacara-upacara tersebut sebagai ucapan terima kasih dari tuan rumah.

Lokasi

Lokasi yang terkenal dengan praktik Wetu Telu di Lombok adalah daerah Bayan, yang terletak di Kabupaten Lombok Barat. Pada lokasi ini masih dapat ditemukan masjid yang digunakan oleh para penganut Wetu Telu. Ada juga sebuah tempat yang digunakan oleh umat berbagai agama untuk berdoa. Namanya Kemaliq yang artinya tabu, suci dan sakral.terletak di desa Lingsar Kabupaten Lombok Barat, yang setiap tahun mengadakan sebuah upacara adat yang bernama Upacara Pujawali Dan Perang Topat“ sebagai wujud rasa syukur atas hujan yang diberikan Tuhan YME pada umat manusia.

7. Marapu

Marapu adalah sebuah agama lokal yang dianut oleh masyarakat di Pulau Sumba. Agama ini merupakan kepercayaan peninggalan nenek moyang dan leluhur. Lebih dari setengah penduduk Sumba memeluk agama ini.
Pemeluk agama ini percaya bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara dan bahwa setelah akhir zaman mereka akan hidup kekal, di dunia roh, di surga Marapu, yang dikenal sebagai Prai Marapu.
upacara keagamaan marapu ( seperti upacara kematian dsb) selalu diikuti dengan pemotongan hewan seperti kerbau dan kuda swebagai korban sembelihan, dan hal itu sudah menjadi tradisi turun – temurun yang terus di jaga di Sumba.

Inilah 10 Cara Mudah Menghipnotis Orang Lain paling dahsyat

Berikut ini adalah 10 cara belajar hipnotis yang paling sederhana sekaligus relatif ampuh. Mulai dari tahap membangun kepercayaan diri, melakukan induksi, hingga memberikan sugesti di alam bawah sadar sang subjek, semua ini harus dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat dan efektif.

Jika anda sudah menguasai metode dasar dalam belajar cara hipnotis ini, anda pun bisa mengembangkannya ke tingkat yang lebih jauh lagi, seperti teknik hipnotis cepat dan menghipnotis diri sendiri (self-hypnosis). Langsung saja, berikut 10 tips cara belajar hipnotis orang ala Top10Indo dan Lihat.co.id:

1. Pahami Subjek Anda
Dalam hipnosis, tidak ada istilah "subjek yang baik" atau "subjek yang buruk". Yangada hanyalah subjek dengan tingkat subjektivitas yang tinggi atau rendah. Jika anda menerapkan metode yang tepat, maka hampir semua orang bisa anda hipnotis. 

Nah, bagaimana metode yang paling tepat untukmenaikkan tingkat sugestivitas subjek? Jawabannya adalah dengan cara menghilangkan rasa takut atau khawatir yang ada dalam dirinya ketika akan dihipnotis. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan obrolan ringan dan santai di awal sesi.

2. Lakukan tes sederhana untuk mengetahui tingkat sugestivitas subjek
Sebelum masuk ke tahap hipnotis yang asli, anda bisa melakukan beberapa tes sugestivitas untuk mengetahui seberapa susah atau mudahnya subjek anda dihipnotis. 

Tes yang bisa anda lakukan antara lain adalah "hand clasp test" (meminta subjek menangkupkan kedua tangan, sugestikan bahwa dia tidak akan bisa melepaskan dua tangan tersebut), arm catelepsy test (meminta subjek merentangkan lengannya ke depan, dan memberikan sugesti bahwa tangannya makin lama akan terasa mengeras seperti batu), dan masih banyak tes-tes sugestivitas sederhana lain yang bisa anda lakukan.

3. Buat subjek merasa nyaman
Subjek hanya akan bisa mengikuti sugesti yang anda berikan di alam bawah sadar ketika ia merasa nyaman. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuatnya rileks dannyaman dengan semua proses yang akan dilaluinya. Pastikan subjek merasa nyaman dengan kondisi di sekitarnya, dengan pakaiannya, dan yang terpenting adalah nyaman terhadap kehadiran anda sebagai hipnotis.

4. Berikan sugesti yan simpel, jelas dan bertahap
Pastikan dalam memberikan hipnotis anda memberikan instruksi yang dapat dipahami oleh subjek dengan jelas.Instruksikan juga berbagai sugesti secara bertahap, dari yang paling dasar hingga ke tingkat yang lebih tinggi. 

Contohnya, "Jika anda mengikuti instruksi dari saya, seperti melihat ke arah tertentu, atau menghitung dalam hati sampai angka tertentu, maka anda secara perlahan akan merasakan kaki anda terasa berat dan makin berat. Teruskan sugesti ini didalam diri anda, dan anda akan siap untuk menerima sugesti yang sifatnya lebih kompleks."

5.  Yakinkan subjek untuk secara sukarela memasuki alam relaksasi
Anda bisa menanamkan hal ini ke dalam subjek dengan mengatakan, "Faktor penting yang menentukan keberhasilan hipnotis ini bukan pada saya, tapi pada anda. Cobalah untuk rileks dan lebih rileks. Bawa diri anda memasuki alam relaksasi lebih dalam, dan jauh lebih dalam. Ikuti setiap instruksi yang saya berikan, karena hal ini akan terus membawa anda ke alam relaksasi yang makin dalam, makin dalam, hingga akhirnya anda bisa mencapai alam bawah sadar anda.

6.  Ulangi beberapa kata sugesti yang penting
Jangan ragu untuk mengucapkan beberapa kata sugesti penting untuk membantu subjek mencapai alam bawah sadar, contohnya seperti "rileks", "tenang", "santai", "masuk makin dalam dan makin dalam ke alam relaksasi".Pengulangan kata-kata ini bisa membuat subjek merasa lebih rileks dan nyaman sehingga mempermudah ia untuk menerima sugesti dari anda.

7. Sekali lagi, berikan sugesti secara bertahap
Dalm ilmu hipnotis, ada istilah "ideomotor" (segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan) dan "ideosensory" (segala sesuatu yang berhubungan dengan panca indera dan pikiran). Berikan sugesti awal dalam ideomotor dan ideosensory terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap yang lebih jauh. Contoh : "Tarik nafas anda (ideomotor) dalam-dalam dan lebih dalam. Setelah itu berhitunglah dari 1 sampai 10 (ideosensory), dan tiap hitungan akan membawa anda memasuki alam relaksasi makin dalam dan makin dalam.

8. Perkuat sugesti psikologis dengan kontak fisik
Sugesti psikologis bisa diperkuat dengan sentuhan-sentuhan ringan, seperti usapan di kedua kaki, ketukan jari anda di bahu subjek, atau meletakkan tangan anda di dahi subjek. Pastikan untuk melakukan proses ini dengan lancar, natural, dan mengalir sehingga tidak membuat subjek menjadi terkejut.

9. Jangan terburu-buru
Pastikan untuk melakukan semua langkah-langkah hipnotis dengan pelan dan mantap. Tidak perlu tegesa-gesa untuk membawa subjek memasuki alam bawah sadar. Pastikan semua sugesti anda diberi jeda yang cukup sehingga pikiran sang subjek memiliki waktu untuk menyerapnya. 

10. Jangan pernah menyalahkan subjek anda
Satu tips penting lagi, jangan pernah mengatakan pada sang subjek bahwa ia adalah seseorang yng sulit untuk dihipnotis. Jika anda gagal di kesempatan pertama untuk menghipnotis orang, katakan saja pada subjek anda bahwa ia telah berusaha dengan baik, dan mungkin diperlukan beberapa sesi tambahan untuk membuat hipnotis ini berhasil. Ini juga menjadi suatu pertanda bagi anda untuk terus berlatih dan berlatih sehingga kemampuan anda sebagai ahli hipnotis makin baik dan persentase kesuksesan anda dalam menghipnotis orang semakin tinggi.





sumber:
http://www.jurukunci.net/2013/06/10-cara-mudah-menghipnotis-orang-lain.html